Sembilanwartaglobal.com, Pesawaran — Penggunaan anggaran dana desa tahun 2019 lalu, diduga Oknum kepala Desa Suka Jaya,  kecamatan Way Khilau, kabupaten Pesawaran, fiktip dan mark Upkan anggaran Dana Desa. Hal tersebut, terungkap saat media ini dapatkan informasi berdasarkan penggunaan anggaran Dana Desa tahun 2019, dan berdasarkan pencocokan data APBdes Desa Suka Jaya, diduga banyak penyimpangan, Rabu (5/2/2020).

Anggaran dana desa suka jaya tahun 2019, dan dalam dokumentasi APBdes suka jaya tercatat dalam bidang kegiatan penguatan dan peningkatan kapasitas tenaga keamanan / ketertiban oleh pamerintah desa tercatat dana realisasi sebesar Rp.10,4 jt rupiah.

Sementara diungkapkan salahsatu anggota linmas Desa Suka Jaya yang tidak ingin di sebutkan namanya, masalah jumlah anggota kami linmas ada 10 orang, yang insentif kami pertriwulan nya mendapatkan Rp 450.000, dengan besaran pertriwulannya berbeda. kalau untuk ketua 700 ribu dan kalau 600.000 untuk wakil.

“Anggota kami di linmas ada 10 anggota berikut ketua dan wakil nya, dalam insentif kami anggota linmas dalam pertriwulan mendapatkan 450.000, ketua 700.000, wakil 600.000,” ungkapnya singkat, Rabu (5/2/2020).

Pewarta lanjutkan konfirmasi lagi ke salah satu kader bidang kesehatan, dalam bidang penyelenggaran poyandu (makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, insentif kades posyandu, dan berdasarkan dokumentasi APBDes suka jaya tercatat realisasi Rp. 20,0 jt rupiah.

Salah satu kader posyandu yang tidak ingin di sebutkan namanya, mengungkapkan lagi untukMakanan tambahan ibu hamil tahun 2019 tidak ada.

“Insentif kami kader posyandu dalam pertriwulan 300.000, anggota kami ada 5 orang, dan kalo untuk makanan tambah di tahun 2019 lalu tidak ada, tetapi pernah membagikan makanan berupa Telor Rebus berlokasi di sekolahan Paud, kurang lebih sebanyak 50 butir berdasarkan belitanya,” ungkapnya, salah satu Kader Posyandu yang enggan disebutkan namanya, Rabu (5/2/2020).

Berdasarkan dana anggaran tercatat dalam dokumentasi APBDes desa suka jaya tahun 2019, pewarta media ini meminta keterangan lagi ke baberapa masyarakat desa suka jaya, terkait penggunaan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kegiatan peningkatan produksi peternakan, (alat produksi dan pengelolaan peternakan kandang) dalam realisasi tercatat sebesar Rp 11,6 jt rupiah.

Dari salah satu masyarakat desa Suka Jaya mengatakan, yang tidak ingin namanya di sebutkan bahwa Bingung ini jawab seperti apa, masalahnya kalo kandang itu kandang apa.

“Masalahnya kalau kandang itu ada kandang apa, pengelolaan perternakan kandang itu tidak ada, sebab Bumdes nya tidak berjalan” paparnya sambil di ketawakan masyarakat lainnya.

Catatan dokumentasi APBDes suka jaya mencatat baberapa kegiatan yang tercatat dalam dokumentasi, dan berdasarkan keterangan dari baberapa kader, linmas, dan masyarakat pewarta lanjutkan konfirmasi melalui nomor ponsel kepala desa dan bandahara desa di nomor 08136926xxxx, 08226800xxx dalam keadaan tidak aktif.

Sementara, Fery selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Jaya menggatakan, terkait catatan dokumentasi APBDes dalam bidang kegiatan peningkatan produksi peternakan, (alat produksi dan pengelolaan peternakan kandang)

“Untuk Suka Jaya di tahun 2019 tidak mengadakan kegiatan itu, kalo tidak percaya tanyakan saja sama PMDnya, apakah ada kegiatan itu,” tegas Sekdes.

Hal tersebut dikatakan ketua IWO Kabupaten Pesawaran, Sufiyawan bahwa, Mengutip atas keterangan baberapa kader, anggota Linmas dan sekretris Desa terkait pengunanan anggaran Dana Desa tahun 2019 diduga ada yang yang fiktip dan ke mar-up anggaran, hal itu mentelaah hasil dari konfirmasi dan penyesuaian data APBDes tahun 2019.

“Itu sudah jelas melanggaran penggunan dana desa, seperti alat produksi dan pengelolaan peternakan kandang, itu sudah jelas fiktip sebab masyarakat beserta sekdes mengatakan tidak ada, sementara di dokumentasi APBDes desa suka jaya tercatat dana realisasi sebesar Rp.11,6 juta rupiah, kalo tidak ada kemana uangnya itu,” katanya Sufiyawan.

Lanjut supyawan mengatakan, Kami atas nama organisasi Ikatan wartawan online (IWO) kabupaten pesawaran, meminta kepada pihak hukum kabupaten untuk dapat segera memeriksa, mengaudit ulang dan memanggil oknum kepala Desa Suka Jaya atas adanya penyimpangan dana desa tahun 2019.

“Jadi hal tersebut mustahil cuma dana itu saja yang di fiktipkan, jadi harapan kita ke pihak hukum periksa ulang di semua pengguna an anggaran dari 2017, 2018, dan 2019,” Kata Ketua IWO sedikit Mendesak. (Tim Iwo Pesawaran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here