Sembilanwartaglobal.com, Pesawaran – Tidak memakai atribut sekolah lengkap saat hendak mengikuti upacara, salah satu siswa diduga mendapat kekerasan oleh oknum guru SMPN 19 kecamatan Gedong Tataan, kabupaten Pesawaran, Sabtu (15/02/2020).

Hal itu  diakui oleh salah satu siswa SMPN 19 (Bu). menurutnya, beberapa waktu lalu dia telah menerima perilaku kekerasan di sekolah Saat hendak upacara.

“Saya memakai sendal tidak memakai sepatu dan kemudian salah satu oknum guru memukul, menendang dan menarik saya kelapangan di depan teman-temen di sekolah saat ingin ikut upacara,” ungkap  Bu.

Hal senada juga dikatakan beberapa teman BU, yang menyaksikan dugaan kekerasan tersebut, “karna Bu gak pakai sepatu, gak pakai topi dan celana biru saat upacara, ia di perlakuan dengam perbuatan  yang  tidak seharus dilakukan oleh  guru, bahkan temen-temen banyak yang melihat dan oknum guru  kerap melakukan kekerasan di sekolah,” ujar salah satu rekan Bu.

Sementara itu, mendengar anaknya telah mendapat kekerasan di sekolah orang tua  Bu merasa kecewa, dengan sikap yang telah di lakukan oleh salah satu oknum guru SMPN 19.

“Saya akui anak saya memang nakal tapi menurutnya oknum guru tersebut tidak sepantasnya, melakukan kekerasan kepada anak saya,apa lagi itu ia lakukan di depan temen-temen nya,” kata wali murid tersebut.

Menurutnya, hal seperti ini tidak perlu terjadi di sekolah, seharus oknum guru tersebut memberi contoh yang baik dalam mendidik dengan lebih sabar, bukan memberikan contoh yang kurang baik pada muridnya.

“Dengan kejadian ini ia berharap kepada dinas Pendidikan kabupaten Pesawaran, sekiranya dapat menegur dan bila perlu memberikan sangsi kepada oknum guru agar kekerasan di sekolah tidak terulang kembali,” tegasnya

Dengan adanya keluhan wali murid dan keterangan dari beberapa siswa dengan adanya, dugaan tindak kekerasan di sekolah beberapa awak media mencoba untuk mengkonfirmasi hal dugaan tersebut demi memperimbang berita.  .

Saat dikonfirmasi oknum guru yang diduga telah melakukan kekerasan pada muridnya mengatakan, dirinya merasa tidak pernah melakukan kekerasan di sekolah, apa lagi memukul.

“Saya tidak pernah merasa melakukan seperti apa yang telah diucapkan, pada salah satu murid di sekolah dan apa yang telah di tuduhkan kepada saya itu tidak benar,” jelasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 19 saat mendengar permasalahan ini tentang adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu oknum guru, menyatakan itu tidak benar.

“Jelas itu semua tidak ada kekerasa dan saya berharap pada rekan media agar masalah ini, jangan Sampai di Publikasikan,” pungkasnya. (sufiyawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here